Tanjung,-- Belasan pelajar yang kedapatan keluyuran disaat
jam pelajaran sedang berlangsung terjaring dalam operasi kasih sayang yang
digelar Satpol PP Kabupaten Lombok Utara di Pantai Beraringan Desa Kayangan
Kecamatan Kayangan Lombok Utara, Kamis (19/09).
Pelaksana tugas Kepala Bidang Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Lombok Utara, M.Sugiono mengatakan, mereka yang terjaring merupakan pelajar SMP dan Santri salah satu Ponpes yang ada diwilayah Kecamatan Kayangan yang kedapatan nongkrong di Pantai Beraringan sambil bermain game online di HP android miliknya pada saat jam sekolah berlangsung.
Dikatakan, razia pelajar yang dilakukan pihaknya tersebut,
memang sengaja di gelar, karena memang merupakan kegiatan rutin dalam
bidangnya. M.Sugiono yang biasa di panggil Bang Yon ini menyebut bahwa, lokasi
pertama yang disisir pihaknya pada gelaran operasi tersebut adalah sepanjang kawasan
Pantai Montong Pal Desa Rempek, Pantai Tebing Tinggi Luk Desa Sambik Bangkol. Dilokasi
ini pihaknya tidak menemukan siswa yang keluyuran selagi jam belajar
berlangsung.
Dijelaskan Bang Yon, kegiatan operasi berikutnya dilanjutkan
ke Pantai Beraringan Desa Kayangan. Di lokasi ini pihaknya berhasil menjaring
belasan siswa yang berasal dari SMPN 1 Kayangan, Ponpes NW Dangiang dan Ponpes
Bayyinul Ulum Santong yang lagi asyik nongkrong sambil bermain game di HP
android milik mereka.
Bang Yon
menyebut, tindakan pembinaan yang dilakukan terhadap beberapa siswa yang terjaring
dalam operasi kasih sayang tersebut, langsung dilakukan pembinaan ditempat.
“Ini kami lakukan dengan pendekatan kasih sayang, artinya siswa yang terjaring
mentalnya tidak merasa down. Jadi walau kena razia oleh petugas, semangat
mereka tetap bangkit, tidak merasa tertekan. Sehingga ada semangat untuk terus
melanjutkan belajarnya dan tidak akan mengulangi kekeliruan yang dilakukannya,”
tandasnya.
Selanjutnya,
sebelum diserahkan kepada orangtua dan pihak sekolah untuk mendapatkan
pembinaan lanjutan, para pelajar yang terjaring tersebut membuat surat
pernyataan terlebih dahulu untuk tidak mengulangi perbuatan karena bolos di
saat masih jam pelajaran di sekolah.
Mohan
Khan, salah seorang pemerhati pendidikan di Kayangan sangat mengapresiasi dan
mendukung langkah yang dilakukan pihak Satpol.PP Kabupaten Lombok Utara dalam
melaksanakan tugasnya ada kegiatan yang merazia seluruh kawasan wisata
(pantai/warnet) di daerah Tioq Tata Tunaq yang menjadi salah satu tujuan para
siswa untuk nongkrong di saat jam belajar di sekolah berlangsung. Ia juga
menyarankan kepada pihak sekolah untuk melakukan pengawasan ketat di sekolah
yang pimpinnya, termasuk juga ketika jam istirahat agar pintu gerbang sekolah
di kunci saja, sehingga seluruh siswa mainnya di sekitar lingkungan sekolah
saja, nanti dibuka setelah jam sekolah berakhir. “Ini untuk meminimalisir ada
siswa yang bolos di saat jam belajar berlangsung di sekolah,”sarannya.
Hal senada
juga dikatakan oleh Nurikah Dewi, warga Tanjung. Ia menyarankan kepada pihak
sekolah supaya memperketat pengawasan, agar siswa tidak bolos dan tidak
terpengaruh minum minuman keras, maupun narkoba. Pihak sekolah memberikan
arahan agar tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari. Nurikah Dewi juga
memberikan masukan kepada intitusi ini (Satpol.PP) untuk rutin melakukan
kegiatan serupa, tidak hanya di wilayah Kecamatan Gangga, Kayangan saja,
melainkan juga harus dilakukan juga di wilayah Tanjung, Pemenang dan Bayan,
terutama di tempat-tempat wisatanya.
Sementara
itu, Kepala SMPN 1 Kayangan Abdul Hanan mengatakan, sangat mengapresiasi dan
mengucapkan terima kasih atas apa yang telah dilakukan pihak Satpol.PP KLU
dalam melakukan razia para pelajar di sejumlah tempat sebagai lokasi nongkrong
para siswa di saat jam belajar berlangsung. Lebih-lebih siswa yang ikut
terjaring tersebut adalah siswa sekolah yang pimpinnya. Dikatakannya, siswanya
yang terjaring tersebut memang siswa yang sering bolos di saat jam belajar
berlangsung dan juga sering datang terlambat ke sekolah. “Besar kemungkinan siswa
ini datang terlambat dan malu masuk kelas, sehingga pada jam belajar tersebut
tidak diikuti. Sementara menunggu giliran belajar pada jam berikutnya, lalu dia
nongkrong di pantai,”katanya.
Abdul
Hanan juga berharap agar pihak Satpol.PP KLU tetap melakukan razia seperti ini,
sehingga ada efek jera dari para pelajar di daerah ini untuk wanti-wanti bolos
pada jam belajar berlangsung.(eko)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar